Cara Migran Yang Melewatkan Pemeriksaan Virus

Cara Migran Yang Melewatkan Pemeriksaan Virus – Menteri Dalam Negeri Sar Kheng telah memerintahkan pemerintah provinsi untuk mencari pekerja migran yang kembali dari Thailand dan melakukan pemeriksaan terhadap mereka untuk virus corona.

Menteri Dalam Negeri Sar Kheng telah memerintahkan pemerintah provinsi untuk mencari pekerja migran yang kembali dari Thailand dan melakukan pemeriksaan terhadap mereka untuk virus corona.

Dalam sebuah pesan audio pada Minggu malam, Kheng mengatakan lebih dari 1.000 pekerja migran kembali dari Thailand sebelum penyeberangan perbatasan di 19 tempat, termasuk pos pemeriksaan internasional, ditutup karena takut akan infeksi virus corona.

Lebih dari 1.000 orang datang dan kami belum memeriksa kesehatan mereka tetapi mereka telah pergi ke desa mereka, katanya. Sekarang saya meminta setiap gubernur provinsi untuk menginstruksikan pihak berwenang setempat untuk meminta orang-orang yang baru saja kembali dari Thailand untuk membiarkan dokter memeriksa kesehatan mereka.

Jika mereka dicurigai mengidap virus itu, harap tetap diisolasi di rumah mereka selama 14 hari dan tidak berhubungan dengan anggota keluarga mereka, Kheng menambahkan.

Juru bicara Kementerian Kesehatan Or Vandine mengatakan kemarin para pejabat kesehatan bekerja sama dengan pihak berwenang setempat untuk memeriksa kesehatan pekerja migran di desa-desa.

Tolong bekerja sama dengan kami, terutama memiliki isolasi diri dalam waktu 14 hari di rumah dan menghindari kontak dengan anggota keluarga, ia mengimbau para pekerja ini.

Cara Migran Yang Melewatkan Pemeriksaan Virus

Soeum Bunrith, wakil gubernur provinsi Battambang, mengatakan kemarin ada 3.097 pekerja migran yang baru saja kembali dari Thailand dan mencatat banyak yang telah kembali ke desa-desa di semua 14 kabupaten di provinsi tersebut.

Sebagian besar pekerja migran tinggal di distrik Moung Russei, Bavel dan Thmar Koul, katanya.

Tim kerja kami sedang melakukan pencarian rutin di komune dan desa tempat mereka tinggal dan menginstruksikan mereka untuk mengisolasi diri selama 14 hari, memantau kondisi kesehatan mereka dan tidak untuk melakukan kontak langsung dengan anggota keluarga, tambah Bunrith. Hari ini sekitar 70 pekerja migran menyeberangi perbatasan dari Thailand di distrik Kamrieng dan kami telah membawa mereka untuk sementara waktu tinggal di sekolah menengah sambil menunggu pemeriksaan kesehatan.

Chea Krouch, juru bicara pemerintah provinsi Kampong Cham mengatakan kemarin ada 415 pekerja migran dari Thailand yang tinggal di Stung Trang, Chamkar Loeu, Batheay, Koh Sotin, Kampong Siem dan Srey Santhor.

Mereka sekarang di desa mereka, katanya. Kami telah memerintahkan pihak berwenang setempat untuk meminta mereka menyendiri di rumah dan menghindari kontak dengan anggota keluarga, katanya.

Beberapa migran yang bekerja di Korea Selatan telah membatalkan rencana untuk kembali untuk Tahun Cara Daftar Ceme Online Baru Khmer mendatang.

Seorang pekerja pabrik, Baraing kemarin mengatakan kepada Khmer Times di Facebook messenger, sebagian besar telah membatalkan rencana untuk mengunjungi selama April atau Mei karena takut akan penyebaran virus di Kamboja.

Saya berencana untuk mengunjungi rumah pada bulan April tetapi sekarang saya telah memutuskan untuk tidak pergi karena virus, katanya.

Sementara itu, seorang wanita Kamboja berusia 65 tahun meninggal karena COVID-19 di Amerika Serikat, pada hari Minggu.

Chan Sokheang, wakil presiden Federasi Beras Kamboja kemarin mengkonfirmasi korban Nuth Chhun Heang, adalah ibu presiden CRF Song Saran.

Ya, dia meninggal di Amerika Serikat karena COVID-19. Dia sudah tua dan memiliki kondisi mendasar lainnya, katanya.

Please follow and like us:
error